DAMAI-MU, JEMBATAN DUNIA

DAMAI-MU, JEMBATAN DUNIA

Hari ini  gereja merayakan sekaligus Minggu Sengsara dan Minggu Palmarum adalah juga dua identitas bagi Minggu Pra Paska VI. Pada Minggu ini kita diminta untuk meneladan Tuhan Yesus,  Dia hadir menjadi pendamai.  Pendamai berarti bersedia menjembatani dua kutub.  Tuhan Yesus menggenapi pendamaian Allah bagi  dunia  melalui kesiapannya menderita.  Yesus hadir sebagai jembatan antara manusia dengan Allah.  Manusia yang berdosa ditolong-Nya menuju Allah yang suci, kudus dan mulia.

Tuhan Yesus mau menjadi manusia, turun ke tempat yang paling rendah. Meskipun Ia adalah Tuhan, tetapi Ia tidak menekankan keilahian-Nya itu (Filipi. 2:7-8). Sebelum disalibkan, Dia memasuki Yerusalem bukan dengan mengendarai kereta kuda yang bagus, melainkan menunggangi anak keledai yang sederhana. Kemudian mati di salib, yang merupakan bentuk hukuman paling rendah pada masa itu.
Paulus mengajak jemaat Tuhan agar melihat keteladanan Tuhan  Yesus yang menjadi jembatan penghubung antara Allah dan manusia.  Sebagaimana Allah telah memperdamaikan diri-Nya dengan manusia, maka sudah sepatutnya kita hidup  membawa damai bagi sesama.

Selamat menjadi pendamai-pendamai di tengah keluarga kita, di tengah lingkungan tempat tinggal kita, di tengah lingkungan pekerjaan dan pelayanan kita dan di manapun Tuhan menempatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Share

Recommended Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x