Tuhan Datang Menyelamatkanku

Tuhan Datang Menyelamatkanku

Tuhan Datang Menyelamatkanku

Bacaan : Yesaya 35 : 1 – 10

         Setiap orang yang masih bernafas dan menjalani kehidupan di dunia pasti mengalami pergumulan. Pergumulan itu dapat mewujud dalam bidang ekonomi, kesehatan, hubungan, dan lain sebagainya. Tentu saja intensitas pergumulan tiap orang berbeda-beda tetapi satu hal pasti tidak ada manusia yang tidak mengalami permasalahan dalam hidupnya. Kadang oleh karena beratnya sebuah permasalahan ada orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya, harapannya permasalahan yang dialaminya juga akan berakhir. Memang mungkin bagi yang bersangkutan berakhir bersama hidupnya di dunia ini tetapi persoalan setelah kematian termasuk bagi yang ditinggalkan tentu tidak lantas menghilang begitu saja. 
      Orang percaya pun tidak lepas dari persoalan hidup, meskipun bayak orang berharap, bahwa beriman kepada Yesus dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya akan melepaskannya dari pergumulan hidup namun pergumulan atau salib itu tetap saja datang. Justru salib atau pergumulan itu menjadi hal yang penting dalam kekristenan karena melalui pergumulan dan salib yang harus ditanggung oleh orang percaya mereka semakin dekat dan mengenal Tuhan. 
      Bacaan kita datang dari persoalan hidup yang dialami oleh orang Israel yang mengalami tekanan luar biasa dari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka mulai paham bahwa apa yang mereka lakukan selama ini membuat hati Allah sedih, namun mereka tetap harus menjalani pergumulan itu agar mereka sungguh-sungguh belajar tentang kasih setia dan karunia Allah.  
      Dalam kondisi terpuruk Israel, nabi Yesaya menyerukan pengharapan bahwa Allah adalah penolong yang siap sedia menyelamatkan mereka. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, selalu datang tepat pada waktunya dan akan mengubah keadaan umat yang berharap kepada-Nya. Orang yang tidak dapat melihat kebenaran akan dicelikkan dan orang yang sudah tidak pernah mendengar kebesaran Allah akan kembali mendengarnya. Orang lumpuh, yaitu yang tawar hati dan tidak lagi memiliki semangat akan melompat-lompat dan orang yang menderita akan bersorak. Pertolongan Allah seperti mata air yang memancar di padang gurun, memberikan kesejukan. Seperti jalan raya yang tak memiliki hambatan, memberikan kepastian dan kedamaian. Seperti sebuah kehidupan tanpa bahaya. 
      Minggu-minggu Adven mengajak kita untuk menghayati kembali Tuhan sebagai penyelamat dalam hidup kita. Kita yang tadinya binasa, mendapat kasih yang besar dan kesempatan untuk menjalani hidup kita yang sekarang ini dengan ucapan syukur. Tetaplah berharap kepada Tuhan sampai Ia menyatakan keselamatan yang sempurna bagi kita semua!  

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x