TELADAN KASIH KRISTUS

TELADAN KASIH KRISTUS

1 Yohanes 4 : 7 – 21

Secara genetis, seorang anak akan mewarisi sifat-sifat dari orangtuanya. Secara fisik biasanya kita bisa mengenali kemiripan wajah seorang anak dengan orangtuanya. Apalagi jika kita menelusuri jejak DNA-nya, maka kita akan menemukan kemiripan pola genetis dengan orangtua atau saudara kandungnya. Itu sebabnya, ketika dokter forensik ingin mengidentifikasi korban kecelakaan, ia akan meminta sampel DNA orangtua atau saudara kandungnya.
Demikian pula ketika kita mengaku bahwa kita adalah anak-anak Allah. Mestinya kita pun mewarisi sifat Allah. Bacaan kita saat ini menyatakan bahwa Allah adalah kasih. Oleh sebab itu, sebagai anak-anak-Nya, kita pun harus memiliki kasih yang dinyatakan dengan mengasihi sesama manusia dan semua ciptaan-Nya. Kasih berlawanan dengan benci. Oleh sebab itu, semestinya kita tidak dapat membenci sesama kita.
Sayangnya, ketika manusia memutuskan untuk melawan Allah dan jatuh ke dalam dosa, ia kehilangan kemampuannya untuk mengasihi. Yang ada hanyalah kebencian. Tapi syukur kepada Allah, Dia tetap mengasihi manusia dan rela turun ke dalam dunia dan menjadi manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus untuk menebus manusia dari kuasa dosa. Sehingga kita kembali dimampukan untuk mengasihi.
Marilah kita belajar dari teladan kasih Kristus yang rela berkorban untuk manusia yang dikasihi-Nya. Sehingga kita dimampukan untuk kembali mengasihi sesama manusia dan seluruh ciptaan, sebagaimana seharusnya kita sebagai anak-anak Allah yang mewarisi sifat Allah yang adalah kasih itu

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x