TEGUH DALAM MELAYANI SESAMA

TEGUH DALAM MELAYANI SESAMA

Ibrani 6 : 9 – 20

Mungkin ada di antara kita yang bertanya dalam hatinya:”Mengapa Tuhan, Engkau memberikan kami cobaan seperti ini? Padahal kami sekeluarga selalu berusaha untuk melayani-Mu?”

Pengalaman perjalanan hidup Paulus memberikan pemahaman yang luar biasa bagi umat untuk tetap teguh dalam melayani sesama. Ada hal-hal penting yang patut kita renungkan bersama berkaca dari pengalaman Paulus:

1.        Penderitaan pengikut Kristus bukanlah akhir dari segalanya.

”Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga hari Tuhan” (II Timotius 1:12). Penderitaan adalah bagian dari kehidupan pengikut Kristus. Hal ini bukan berarti bahwa Allah tidak sayang atau tidak punya belaskasihan kepada umat-Nya. Dengan tetap ada penderitaan dalam pelayanan umat-Nya adalah cara Tuhan mendidik umat-Nya. Supaya umat-Nya semakin memiliki iman yang kuat kepada Tuhan. Yang perlu dilakukan umat-Nya adalah tetap percaya dan mengandalkan Tuhan dalam menghadapi penderitaan yang terberat sekalipun. Karena sama seperti keyakinan Paulus bahwa Tuhan akan terus memelihara kehidupan umat-Nya.

2.        Penderitaan membuat umat semakin kuat dalam Tuhan

“Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (II Timotius 2:1&3). Melalui penderitaannya, umat di ajak untuk menjadi kuat. Karena hanya prajurit yang kuat imannya saja yang mampu menghadapi segala kejahatan dan godaan dunia. Sebab ia telah mengalahkan ketakutan dalam dirinya dan percaya kepada Kristus. Ia bisa menang menghadapi segala tantangan dan rintangan kehidupan. Hal ini membuat umat belajar untuk terus bertahan dengan terus berupaya mengusahakan yang terbaik yang bisa dilakukan sampai batas kemampuannya.

3.        Berdirilah teguh dalam pengharapan kepada Tuhan

“Pengaharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir” (Ibarani 6:19). Hanya kekuatan dari Tuhan yang membuat umat bisa melakukan hal yang di luar dugaannya. Karenanya, umat harus terus berpengaharapan dalam iman kepada Tuhan. Maka, Ia yang berkuasa atas hidup ini yang akan memampukan umat-Nya menghadapi penderitaan dan  melayani sesamanya. Amin

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x