Seri si imut dan si usil

Seri si imut dan si usil

Screen Shot 2020-02-06 at 1.11.08 PM

Oleh : Mas Lukas

Screen Shot 2020-02-06 at 1.13.03 PM

Adik-adik sekalian, Tuhan Yesus sangat menyayangi kita. Kasih sayang-Nya diwujudkan dalam berbagai bentuk. Bisa dalam suasana sukacita ataupun dalam suasana dukacita. Apabila adik-adik mengalami hal yang tidak menyenangkan, seperti sakit. Bukan berarti Tuhan Yesus tidak menyayangi adik-adik. Namun sebaliknya, melalui sakit penyakit, Tuhan Yesus ingin menunjukkan kepada kita kuasa kasih-Nya.

Pagi itu Usil bangun seperti biasa. Namun, ia merasakan ada bentol kecil seperti melepuh, di dalamnya terdapat air. Rasanya gatal sekali. Karena merasa tidak nyaman, ia pun menghampiri ayahnya yang sedang menggondong adiknya.

“Yah, badanku kok gatal sekali ya, dan ada bentol kecil berisi air,” katanya pada ayah.

Ayah lalu melepaskan gendongan adik dan memberikannya pada ibu. Ayah menghampiri Usil yang kelihatan sangat gatal.

“Coba ayah lihat. Waahhh … kamu kena cacar air. Ini menular, mulai saat ini kamu diam di kamar ya, kasihan kalau adikmu ketularan. Nanti sore kita pergi ke dokter, agar cepat ditangani,” kata ayah.

“Sekarang saja Yah, mumpung masih pagi. Aku sudah tidak tahan gatalnya,” sahut Usil.

“Baiklah. Kalau begitu ayah izin dulu tidak masuk kerja,” kata ayah lagi.

“Cepaatttt Yahhh … gatal sekali,” Usil mulai gelisah.

“Baiklah, cepat kamu ambil jaketmu, kita pergi ke dokter naik motor,” kata ayah.

“Buuu … dokter mana yang buka pagi-pagi begini ya?” tanya ayah pada ibu.

“Dokter Christian biasanya buka praktek pagi, jam enam sampai jam delapan, Yah,” jawab ibu.

Akhirnya dengan sedikit terburu-buru mereka pun berangkat menuju praktek dokter di dekat rumah mereka. Letaknya kira- kira 500 meter dari rumah.

Sepuluh menit kemudian, mereka pun telah tiba di tempat praktek dokter. Untunglah pagi itu belum ada pasien yang datang. Jadi mereka dapat langsung masuk ke ruang praktek dokter.

“Selamat pagi,” kata dokter Christian.

“Pagi Dokter, maaf pagi-pagi sekali sudah mengganggu kesibukan dokter. Ini, anak saya baru saja kena cacar air. Mohon dokter memeriksanya,” kata ayah.

“Waahhh, kamu ini kena cacar air. Apakah kamu pernah dekat dengan orang yang kena cacar air?” tanya dokter pada Usil.

“Ada Dokter. Kemarin, ada saudara datang dari luar kota. Ternyata, ia baru saja terkena cacar air. Nah, aku sempat menginap dan main bersama dengannya di rumahnya,” jawab

Usil.“Nah, itu bisa jadi kemungkinan kamu tertular. Coba ke sini, kamu berbaring, dokter mau lihat, seberapa banyak cacarnya sudah keluar. Oh ya, timbang dulu, ya,” kata dokter.

“Iya dokter,” jawab Usil.

“Wah, berat kamu kurang banyak nih, kamu makannya sedikit ya. Suka minum vitamin ga?” tanya dokter.

“Iya dokter, makannya sedikit. Kalau vitamin minum setiap hari,” jawab Usil.

“Nanti, sepulang dari sini. Mulai makan yang cukup ya, jangan jajan terus. Trus, vitaminnya terus diminum,” kata dokter.

“Iya dokter,” jawab Usil.
“Pusing?” tanya dokter.
“Sedikit,” kata Usil.
“Badanmu terasa panas ga?” tanya dokter lagi.
“Iya dokter, sampai menggigil, dan gatal sekali,” jawab Usil. “Oke, sudah. Dokter kasih obat ya, nanti diminum sesuai aturan ya. Trus jangan lupa, minum vitamin dan makan yang cukup. Jangan terlalu banyak main, istirahat juga harus cukup, supaya berat badannya bisa naik,” kata dokter.

“Iya dokter, begitu dong jawabnya. Kalau di rumah memang Usil susah makan dokter, seringnya main melulu, sampai lupa jam makan,” kata ayah pada dokter.

“O, begitu. Mulai besok jangan ya, makan harus teratur dan cukup, istirahat juga harus teratur. Main boleh, tetapi harus dibatasi jangan sampai lupa waktu. Nanti kalau kamu sakit yang susah kan papa mama juga,” dokter menasihat Usil. “Ya, dokter” Jawab Usil.

Setelah diperiksa dokter pun menyiapkan obat. Di tempat praktik dokter Christian memang tersedia lengkap beserta obat- obatan. Jadi, tidak perlu menebus resep lagi ke apotek. Sambil menunggu dokter menyiapkan obat, Usil ngobrol dengan ayahnya seputar sakitnya.

“Yah, kalau sudah sembuh mukaku jadi bopeng ga?” tanya Usil pada ayah.

“Apa kata dokter? Tidak boleh digaruk. Kalau mandi jangan digosok terlalu keras agar tidak pecah. Nanti, sembuhnya tidak bopeng,” jawab ayah.

“Tapi kalau gatal sekali bagaimana, Yah,” tanya Usil lagi.

“Dokter bilang setelah minum obat pereda rasa gatal, nanti gatalnya tidak akan terlalu terasa. Jadi, kamu tidak usah kuatir lagi akan merasa gatal-gatal,” jawab ayah.

Sepuluh menit kemudian, dokter datang kembali dari ruang peracikan obat. Lalu duduk di depan kami dan menjelaskan aturan pakai obat.

“Ini obatnya agak banyak ya, pak. Yang ini antibiotik, yang ini obat pereda gatal, yang ini obat panas/demam dan pusing. Diminum setelah makan sesuai aturan yang tertulis di sini. Ada juga salep cream untuk dioleskan pada bagian yang sudah pecah,” dokter menjelaskan aturan pakainya pada ayah.

“Baik dokter, terima kasih,” jawab ayah.

Akhirnya, mereka pun kembali ke rumah. Setibanya di rumah waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Setelah sarapan, Usil bergegas minum obat yang diberikan dokter. Siang dan sore harinya pun demikian, setelah makan, ia minum obat lagi. Memang sangat terasa bedanya. Ia sudah tidak merasakan terlalu gatal dan kepalanya sudah tidak pusing. Penyakit cacarnya pun mulai kempis dan menghitam, tidak bopeng seperti perkiraannya.

Malam sebelum tidur, Usil tidak lupa berdoa. Namun ada tanya dalam hatinya. Kadang ia berpikir, apakah Tuhan sayang kepadanya. Kalau sayang mengapa Tuhan memberikan sakit yang sedemikian rupa kepadanya. Namun, ayah seringkali menjelaskan, Tuhan menunjukkan kasih sayangnya pada kita dengan banyak hal. Bisa dengan hal-hal yang menyenangkan ataupun hal-hal yang kurang menyenangkan menurut ukuran kita. Kata ayah, banyak tokoh dalam Alkitab yang diuji oleh Tuhan melalui penderitaan. Tetapi karena kesetiaannya pada Tuhan Allah, mereka mampu melewatinya dengan sukacita. Bahkan, Tuhan Allah mengganti segala duka menjadi suka yang tiada terkira.

Jadi, jika kita sakit, bukan berarti Tuhan tidak sayang pada kita. Tetapi, melalui sakit, Tuhan menunjukkan rasa cintanya pada kita dengan cara yang luar biasa.

Itulah, sepenggal cerita mengenai Usil yang terkena cacar air. Sekarang Usil masih dalam pemulihan, seluruh badannya masih luka bekas cacar, hitam, dan perlahan-lahan mulai pulih.

Nah, adik-adik sekalian. Tuhan Yesus adalah Allah yang berkuasa atas segala-galanya. Bahkan, berkuasa atas sakit- penyakit. Oleh karena itu, jika ujian itu datang melalui sakit- penyakit, berdoalah pada Yesus. Maka, dengan kuasa-Nya yang ajaib, Tuhan Yesus pasti memberikan kesembuhan. Seperti Ayub diuji kesetiaannya pada Allah melalui sakit penyakit. Namun, ia tetap setia. Akhirnya, Tuhan Allah memulihkan segala kehidupannya lebih baik lagi dari sebelumnya. Tuhan memberkati adik-adik sekalian.

Screen Shot 2020-02-06 at 1.09.44 PM

 

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *