SEHATI SEPIKIR UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA

SEHATI SEPIKIR UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA

SEHATI SEPIKIR UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA
Filipi 2 : 2 – 3
2 karena itu sempurnakanlah v sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri

Rasul Paulus memberikan beragam nasihat dan peringatan kepada jemaat orang-orang percaya di Filipi. Sungguh, Ia menuturkan kepada mereka bahwa hidup di dalam Kristus Yesus ada nasihat, ada penghiburan kasih dan ada pula persekutuan Roh.

Bahkan ia menyatakan, hendaklah mereka dengan sukacita dan rendah hati menganggap orang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Dan hendaklah mereka menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus yang mengosongkan diri-Nya sendiri, lalu merendahkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Oleh sebab itu, sesungguhnyalah kita mendapatkan suatu didikan, ajaran dan nasihat yang sangat luar biasa. Sebab, sekalipun ayat-ayat Firman Tuhan tersebut ditulis oleh Rasul Paulus sekitar dua ribu tahun yang lalu, namun konten, konteks dan aktualisasinya sungguh sangat relevan dengan kehidupan kita pada zaman modern sekarang.

Lalu, bagaimanakah dengan kita yang hidup pada zaman sekarang? Tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah hidup sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dan bersatu padu menjalani kehidupan kita sebagai kelimpahan kasih karunia-Nya, serta bersatu padu dalam melayani Tuhan.

Sudah tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah dengan sukacita dan rendah hati menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri dalam nama-Nya.

Berbahagialah kita yang hidup sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dan bersatu padu menjalani kehidupan kita sebagai kelimpahan kasih karunia-Nya, serta bersatu padu dalam melayani Tuhan, karena Dia sudah lebih dahulu melayani kita.

Berbahagialah kita yang dengan sukacita dan rendah hati menganggap orang lain lebih utama daripada diri sendiri dalam nama-Nya, karena Dia, Yeaua Kristus, Tuhan kita, sudah menyediakan bagi kita upah besar di Kerajaan Sorga.

Share

3.7 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x