SANG PENYELAMAT TELAH LAHIR

SANG PENYELAMAT TELAH LAHIR

Galatia 4 : 4 – 7

Seorang anak kecil memakai celana pendek dan baju kumal berdiri di depan sebuah toko permen yang sangat besar, sepertinya ia sedang mengamat-amati setiap permen yang ada di etalase. Rupanya ada seorang ibu yang sejak tadi melihat anak itu dan lekas merasa iba. Ibu itu masuk ke dalam toko permen dan membelikan beberapa permen dan keluar untuk memberikannya kepada si anak. Betapa kagetnya sang ibu karena pemberiannya ditolak oleh si anak, anak itu berkata “saya bisa ambil kapan saja dan seberapapun yang saya mau, karena toko permen ini milik papa saya”.

Cerita Natal mengingatkan kita bahwa Sang Juruselamat sudah datang, kedatangan-Nya membawa kabar sukacita bagi kita karena sejak kedatangan-Nya, Allah tidak lagi menganggap kita hamba melainkan anak-anak. Kepastian akan keselamatan yang tadinya kita impikan sekarang dengan pasti kita terima, hal itu harusnya membuka mata kita bahwa kita ini sudah berubah dari bukan siapa-siapa menjadi anak-anak yang sangat dikasihi Allah.

Tahun baru sebentar lagi akan kita masuki, tahun yang tentunya penuh dengan tantangan dan hambatan, tahun yang tak satupun dari kita mengetahui kepastiannya. Bagaimana sikap kita memasukinya? Ada dua pilihan, kita bisa memasukinya seperti orang-orang yang tak memiliki pegangan yaitu dengan khawatir bahkan ketakutan, atau kita dapat memasukinya dengan sukacita karena nasib dan masa depan kita bukan di tangan kita sendiri melainkan di tangan Allah. Kehadiran Allah dalam hidup kita sepasti keselamatan yang sudah Ia anugerahkan melalui kedatangan Yesus, Putera-Nya itu. Jika Ia yang memegang kuasa atas segala sesuatu adalah Bapa kita, lalu apa yang kita khawatirkan? Mari kita masuki tahun 2018 dengan yakin dan penuh pengharapan. Selamat menyambut Tahun penyertaan Tuhan!

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x