RELASI PERSONAL YANG AKRAB DENGAN ALLAH

RELASI PERSONAL YANG AKRAB DENGAN ALLAH

Mazmur 63

Bayangkan Anda berada di tengah gurun yang tandus dan kering dan Anda sedang dikejar-kejar musuh yang ingin melukai atau bahkan membunuh Anda. Anda sendirian dan ketakutan. Siang hari diterpa panas yang luar biasa, malam hari merasakan dingin malam yang menggigit. Kira-kira seperti itulah situasi yang dialami oleh Daud ketika dia dikejar-kejar oleh Saul dan pasukannya di tengah padang gurun Yehuda. Nah, dalam latar belakang  situasi seperti itulah Mazmur 63 ini dituliskan. Yang luar biasanya, isi Mazmur ini justru menggambarkan kecintaan dan kerinduan Daud kepada Tuhan!

Biasanya, dalam suasana kesepian dan ketakutan manusia cenderung menyalahkan Tuhan dan bertanyatanya “di manakah Engkau, Tuhan? mengapa Engkau membiarkanku mengalami pergumulan ini?” Alih-alih menyalahkan Tuhan, Daud justru sebaliknya. Daud tidak meminta Tuhan „datang‟ menolongnya, melainkan dia yang mencari Tuhan dengan penuh kerinduan. Daud memiliki kerinduan yang begitu kuat akan Tuhan karena dia tahu dan meyakini bahwa hanya Tuhan-lah yang menjadi andalan dalam kehidupannya. Kerinduan Daud kepada Tuhan tidak hanya digambarkan seperti tanah yang tandus dan kering (ayat 2), tetapi dilukiskan pula seperti rusa yang merindukan aliran sungai (baca Mazmur 42:2).

Mengapa Daud memiliki kerinduan yang demikian kuatnya kepada Tuhan? Karena dia tahu bahwa hanya Tuhan-lah yang akan menolongnya. Daud mengenal Tuhan secara pribadi, hubungannya dengan Tuhan sangat akrab. Tuhan telah menolong Daud dalam berbagai pergumulan yang dihadapinya selama ini. Daud pernah menghadapi ancaman Goliath. Dia pernah berperang dengan Absalom anaknya sendiri yang memberontak. Daud juga pernah menderita sakit parah, pernah mengalami masalah keluarga yang berat, pernah bimbang dan merasa kesepian meski dia adalah seorang raja besar. Tetapi Daud mampu mengatasi
semua masalah itu karena dia mengenal dengan baik dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

Belajar dari Daud, maka kita juga harus mengenal Tuhan yang kita imani dengan baik. Pengenalan ini akan tumbuh jika kita memiliki hubungan yang akrab dan personal dengan Tuhan. Akrab berarti dekat, personal artinya pribadi. Dengan kata lain, kita harus memiliki persekutuan pribadi yang erat dan hangat dengan Tuhan dan melibatkan-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sudahkah kita memiliki persekutuan yang demikian itu? Tuhan memberkati.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x