PERJUMPAAN MELAMPAUI KERAPUHAN

PERJUMPAAN MELAMPAUI KERAPUHAN

Lukas 1 : 39 – 55

Apa yang terjadi jika orang-orang yang berada dalam kerapuhan bertemu? Bisa jadi keduanya jatuh dalam kondisi terpuruk, atau berlomba mengasihani diri sendiri. Namun tentu berbeda jika yg bertemu adalah orang beriman. Hal tersebut yang terjadi pada Maria dan Elisabet.

Dalam perspektif perempuan, akan terasa bahwa kedua tokoh ini sebetulnya orang-orang yang kehidupannya “direndahkan” oleh budaya dan masyarakat pada waktu itu. Elisabet tergolong orang yang “kena aib” karena tidak memiliki anak (dalam budaya Yahudi pernikahan yang tidak dianugerahi anak (laki-laki), dianggap sebagai pernikahan yang tidak diberkati oleh Tuhan. Bahkan dalam beberapa kasus hal semacam ini dapat saja dihubungkan dengan hukuman Tuhan. Bahwa Tuhan sengaja mendatangkan aib bagi keluarga yang tidak memiliki anak oleh karena perbuatan mereka di masa lampau. Maria lebih runyam lagi. Ia diberi tahu akan melahirkan sebelum menjadi istri Yusuf. Itu merupakan suatu aib yang besar.

Namun kita melihat betapa hal yang merupakan kerapuhan di mata manusia tidak demikian di mata Allah. Allah dengan tegas menyatakan rencana dalam hidup mereka berdua. Yohanes anak Elisabet akan menjadi nabi Yesaya masa itu untuk mempersiapkan jalan bagi kehadiran Mesias yang sudah lama ditunggu. Yesus putra Maria bahkan adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi Manusia yang akan mengorbankan diri-Nya bagi dunia.

Tuhah jelas memiliki rancangan bagi setiap orang percaya dan kerapuhan menjadi bagian di dalamnya. Oleh sebab itu marilah kita menaruh percaya kepada Dia yang berkuasa penuh hingga rencananya genap bagi setiap kita. Tetaplah beriman dan setia!

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x