MENJADI ANAK TERANG

MENJADI ANAK TERANG

Yohanes 1 : 1 – 9

Beberapa hari yang lalu, saya membaca quote (kutipan) yang rasanya sangat tepat menggambarkan kehidupan tahun 2020 yang baru kita lalui. Kutipan itu bunyinya begini: “This is not the year to get everything you want. This is the year to appreciate everything you have”. Jika diterjemahkan bebas, kira-kira seperti ini: “Tahun ini bukanlah tahun untuk mendapatkan semua yang Anda inginkan. Ini adalah tahun untuk menghargai semua yang Anda miliki”.

Bagi sebagian besar orang, tahun 2020 bisa jadi adalah tahun terberat yang pernah dijalani dalam hidupnya. Pandemi virus corona telah membawa dampak besar bagi berbagai sektor kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, bahkan politik ikut terpengaruh. Dampaknya sungguh luar biasa: perusahaan dan toko banyak yang bangkrut, PHK terjadi di mana-mana, pengangguran meningkat, anak-anak sekolah dan orangtuanya kebingungan mengikuti pendidikan jarak jauh, dokter dan tenaga kesehatan kelelahan menangani pasien yang terus berdatangan, dan sebagainya.

Saat ini, tahun 2020 sudah berakhir dan kita telah memasuki tahun 2021. Tapi, apakah segala pergumulan dan tantangan di atas itu juga telah usai? Kenyataannya tidak. Kita masih diliputi tandatanya apa yang akan terjadi di tahun 2021 ini. Apakah kehidupan akan segera kembali normal ataukah kita masih dalam cengkeraman virus ini? Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang berani memperkirakan, apalagi memberi kepastian.

Satu hal yang kita yakini adalah bahwa Tuhan kita tidak berubah. Penyertaan Tuhan atas umat-Nya tidak berubah. Kasih Tuhan tidak berubah. Sebagai orang percaya, kita mengimani dan mengamini hal itu. Kita percaya bahwa seberat apapun situasi yang kita hadapi, Tuhan yang kita sembah itu tetap dan selalu akan menyertai kita. Saat ini, ketika kita masih bisa menikmati hidup pemberian Tuhan, maka itu adalah semata-mata kasih karunia dan penyertaan Tuhan. Tuhan telah menuntun kita melalui perjalanan tahun 2020 yang berat itu. Seperti kutipan di atas, kita harus mensyukuri segala sesuatu yang masih kita miliki saat ini.

Maka sekarang, sebagai anak-anak terang, kita harus menjadi alat Tuhan untuk menerangi dunia ini dengan perbuatan-perbuatan baik yang berkenan kepada Tuhan. Dalam konteks memasuki tahun 2021 yang masih diliputi keraguan ini, maka kita juga harus menjadi penerang dengan memberitakan bahwa Sang Terang itu telah mengalahkan kegelapan, sehingga bersama-Nya kita tidak perlu gentar. Mari kita jalani hidup di tahun 2021 dengan kepala tegak dan semangat keberanian menghadapi segala ketidakpastian yang menjelang, karena kita mengimani satu hal: Tuhan kita tidak berubah. Mari kita beritakan hal ini kepada orang-orang di sekitar kita melalui perkataan dan perbuatan nyata. Amin.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x