MENGHIDUPI BIJI SESAWI

MENGHIDUPI BIJI SESAWI

“MENGHIDUPI “BIJI SESAWI”
Lukas 13 : 1 19

“biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burungburung di udara
bersarang pada cabangcabangnya.”

 

Biji sesawi, benih yang paling kecil. Benih yang tidak membutuhkan tempat luas untuk
menanamnya. Bentuknya mungil dan hanya menjanjikan sedikit hal. Namun apabila
ditaburkan di tanah yang cocok, ia akan tumbuh dan menjadi pohon yang besar, bahkan
menjadi tempat bernaung burungburung.


Lukas 13 : 119 merupakan rangkaian pembicaraan dan perumpamaan Tuhan
Yesus, diawali dengan pemahaman tentang dosa dan pada akhirnya Tuhan Yesus
berbicara tentang Kerajaan Allah yang diumpamakan dengan Biji Sesawi. Perumpamaan
biji sesawi dan ragi membentuk suatu pasangan. Keduanya berbicara mengenai
tumbuhnya kejahatan di dalam kerajaan yang kelihatan. Perumpamaan biji sesawi
menggambarkan, kerajaan itu dimulai hanya dengan Yesus dan sekelompok murid yang
penuh penyerahan diri. Akan tetapi, burung burung yang bersarang, dapat juga
diartikan sebagai pelaksana kejahatan (Mat 13:4,19)


Setia menghidupi “biji sesawi” itu di tengah gumuljuang seharihari merupakan
suatu pesan dalam minggu PraPaska ketiga. Berproses mulai dari hal kecil, terus
bertumbuh besar, dan menjadi saluran berkat Tuhan, ditengah tantangan kejahatan dan
keterikatan dosa.
Jangan biarkan “biji sesawi” itu mati tapi hidupilah, walaupun kecil namun tetap memiliki arti. Jadilah berkat dengan Merengkuh, Menguatkan, dan Meneduhkan.

Share

Recommended Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x