Melembutkan Hati untuk Mendengarkan Firman Tuhan

Melembutkan Hati untuk Mendengarkan  Firman Tuhan

Kisah Para Rasul 17 : 10 – 15

Proses pembuatan tembikar tidak sederhana. Seorang pembuat tembikar harus selalu menambahkan air sehingga tanah yang liat dapat menjadi lembut dan mudah dibentuk. Waktunya harus tepat dan tidak bisa menunggu hingga tanah liat menjadi keras, sebab akan sulit melembutkan kembali tanah yang sudah terlanjur kering.

Di tangan seorang pembuat tembikar tanah liat akan dibentuk menjadi sesuatu yang berguna.

Demikian pula kehidupan orang percaya. Mereka yang hidup bersama dengan Allah dan memiliki spiritualitas yang baik akan memiliki hati yang lembut, senantiasa terbuka untuk ditegur dan dikoreksi oleh Firman Tuhan. Firman Tuham seperti air yang senantiasa menyegarkan dan melembutkan. Sedangkan orang yang sudah terlalu lama mengandalkan dirinya sendiri, akan semakin kering dan sulit dibentuk sebab kebenaran diri sendiri telah menguasainya dan tak ada lagi ruang bagi Firman Tuhan. Orang Yahudi di Berea menjadi contoh yang menggambarkan dengan sempurna bagaimana kedekatan dengan Allah dan bentukan Firman Tuhan membuat orang mudah dibentuk. Sementara mereka yang mengeraskan hati, hidupnya dipenuhi dengan kedengkian dan kebencian.

Mari membiasakan diri akrab dengan Firman Tuhan bergaul akrab dengan Tuhan dan memiliki spiritualitas yang dalam, karena hanya dengan cara itulah kita dapat mendengar dan memahami Firman Tuhan. Dengan memahami Firman Tuhan kita dibentuk menjadi orang-orang yang siap menerima berbagai berkat kebaikan dan bahkan dimampukan menjadi saluran berkat. Mari mendekat pada Tuhan, karena hanya pada Dialah masa depan yang penuh dengan kebaikan dan keberhasilan.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x