Kesetiaan yang Memulihkan

Kesetiaan yang Memulihkan

Kesetiaan yang Memulihkan

Bacaan : Matius 4 : 1-11, Kejadian 2 : 1-19

Mulai minggu ini kita memasuki Minggu Prapaska, kita semua diajak untuk kembali menghayati sengsara Tuhan Yesus dan karya penyelamatNya bagi umat manusia. Saat ini kita juga diingatkan untuk menyadari kerapuhan dan ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi berbagai tantangan serta pergumulan hidup. Sekalipun manusia diberikan kehendak bebas oleh Tuhan untuk berpikir dan dan bertindak, namun kita tetap sadar bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan agar tetap dapat hidup didalam perkenanNya, hidup dalam kasih karunia sebagai umat yang telah diselamatkanNya.

Bacaan ini, mengisahkan tentang Tuhan Yesus mengalami pencobaan, Adam manusia pertama juga mengalaminya. Melalui kisah pencobaan ini kita diingatkan betapa rapuh kita sebagai manusia yang mudah jatuh dalam pencobaan. Kemampuan manusia Yesus mengalahkan pencobaan hanya karena penyerahan diri yang utuh kepada Allah Bapa serta kesetiaanNya pada Firman Allah. Hal ini juga mengingatkan bahwa sudah seharusnya kita mengandalkan Tuhan, tetap setia dan tunduk kepada Allah dengan sepenuh hati. Karena dengan tunduk kepada Allah saja manusia dimampukan untuk mengalahkan setiap cobaan atau ujian hidup yang datang kepadanya.

Berbagai pergumulan yang dihadapi manusia, kadang membuat perjalanan hidup ini terasa berat, berkeluh kesah, putus asa bahkan sampai ada yang ingin mengakhiri hidup karena tidak kuat menghadapinya. Di sisi lain manusia juga dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, ingin berhasil, sukses, bahagia dan semua serba ada. Ketika kita menghadapi berbagai pergumulan tersebut maka saatnya pula untuk kembali berpegang erat pada FirmanNya, setia dan tetap taat melakukan kehendak Allah. Seperti manusia Yesus yang mampu setia sampai akhir walaupun menderita, tetap berpegang erat pada Firman Allah.
Apa yang dilakukan oleh Yesus sesungguhnya untuk melakukan kehendak Bapa, bukan berorientasi pada diriNya sendiri. Dengan kesetiaanNya itu Ia mampu mengalahkan godaan iblis, serta memulihkan kehidupan manusia. Ketaatan dan kesetiaan Yesus mendatangkan kehidupan dan pemulihan bagi kita.

Sebagai manusia, kita menyadari kekuatan kita yang terbatas, tidak mampu meraih kehidupan dan dipulihkan, karena itu kita dipanggil untuk semakin setia mengandalkan hidup kita kepada Yesus, karena hanya didalam Yesus-lah pemulihan sejati itu akan terjadi. Ketika hidup kita sudah dipulihkan maka damai sejahtera Allah akan terjadi dalam hidup kita, hidup keluarga kita, hidup persekutuan kita, kehidupan sosial kita dan dimanapun kita berada. Tetaplah setia mengikut Yesus agar kehidupan kita dipulihkan dan menjadi berkat bagi sesama kita. Tuhan memberkati.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x