KESEDIAAN UNTUK MERENGKUH KEGAGALAN

KESEDIAAN UNTUK MERENGKUH KEGAGALAN

Lukas 3 : 15 – 17, 21 – 22

Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa Dia dibaptis oleh manusia? Pertanyaan ini seringkali ditanyakan dan kadang kita agak tergagap jika harus menjawabnya. Yohanes Pembaptis pun bahkan menanyakan hal yang sama kepada Yesus (Mat. 3:14). Dihubungkan dengan seruan pertobatan oleh Yohanes Pembaptis ketika itu, tentu saja peristiwa Yesus dibaptis bukanlah bentuk pertobatan Yesus, karena Dia tentu tidak berdosa. Lalu, mengapa Yesus dibaptis?

Baptisan Yesus adalah tindakan perendahan diri Yesus yang menyamakan diri dengan umat manusia berdosa yang sedang mencari Allah untuk mendapatkan keselamatan dari hukuman Allah. Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan titik tolak pertama karya penyelamatan Allah bagi manusia. Pembaptisan Yesus adalah pernyataan Dia sebagai Putra rohani Allah yang mempersembahkan diri-Nya untuk melakukan kehendak Bapa-Nya.

Lukas menyebutkan bahwa usia Yesus ketika ‘memulai’ pekerjaan-Nya adalah kira-kira tiga puluh tahun (Luk. 3:23). Sebelumnya, Yesus ‘hanyalah’ seorang tukang kayu. Tetapi sejak pembaptisan-Nya, Yesus memulai pekerjaan menyelamatkan umat manusia yang berdosa sebagai wujud kasih Allah.

Kita mengimani bahwa manusia telah gagal taat kepada Allah dan jatuh ke dalam dosa. Setelah kejatuhan itu, manusia tidak akan mampu untuk menjumpai Allah dengan usahanya sendiri. Seberapapun kuatnya usaha manusia memperbaiki dirinya, tetap saja tidak akan mampu mencapai standar Allah yang sempurna. Satu-satunya jalan bagi manusia yang telah gagal itu adalah melalui karya penyelamatan Allah di dalam diri Yesus Kristus. Allah peduli dan mengasihi umat-Nya yang mau bertobat dengan menyediakan jalan keselamatan itu.

Berdasarkan kepedulian dan kasih Allah kepada umat-Nya itulah, Yesus yang adalah Anak Allah bersedia merengkuh kegagalan/keberdosaan manusia. Dia bersedia dibaptis dan menjadi penebus manusia yang berdosa. Apa yang dilakukan Yesus mengajarkan kita untuk juga bersedia menerima setiap kegagalan yang pernah kita alami. Kegagalan adalah sebuah proses untuk semakin bertumbuh dan menjadikan kita semakin bijak dalam melanjutkan hidup dengan lebih baik.

It’s okay to fail. Tidak apa-apa untuk gagal. Gunakan kegagalan itu untuk belajar sesuatu yang baru, melangkah lebih baik dan semakin sadar bahwa kita adalah manusia yang rapuh dan selalu butuh pertolongan Tuhan. Amin.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x