KERENDAHAN HATI-NYA MENEGUHKAN IMAN

KERENDAHAN HATI-NYA MENEGUHKAN IMAN

Matius 21 : 1 – 11

          Kedatangan-Nya ke Yerusalem memang telah dinubuatkan oleh para nabi sesuai yang dikatakan dalam Kitab Zakharia 9. Bukan hal yang mudah bagi Yesus yang telah menyadari akan nubuat tentang diri-Nya. Yesus tahu ketika Ia dan para murid mulai memasuki Yerusalem bahwa waktu-Nya semakin dekat untuk memenuhi rencana Allah dalam diri-Nya. Karena itu, sorak sorai yang diberikan kepada-Nya sepanjang jalan tidak membuatnya bergeming sedikitpun. Setiap langkah yang diambil oleh Yesus dengan menaiki keledai muda pilihan-Nya semakin membawanya pada realita bahwa sambutan hari itu hanyalah sementara yang gaungnya akan terus mengikuti diri-Nya sepanjang penjalanan memenuhi rencana Allah.

          Hanya menunggu waktu. Semuanya akan terbuka seperti kotak pandora. Perjalanan penuh riuh sorak sorai semakin memantapkan Yesus untuk setia dalam memenuhi panggilan-Nya. Yesus tidak menghidar. Yesus tetap menjalani. Meskipun jalannya kedelai muda yang Ia tunggangi pelan tapi semuanya terasa sudah pasti. Perjalanan dengan menunggang keledai muda ini telah memantapkan hati-Nya.

Setiap langkah sorak-sorai Yerusalem adalah penyerahan diri-Nya dalam kerendahan hati mengikuti rencana Allah. Setiap langkah itu pula, Yesus memanjatkan doa-doaNya supaya keselamatan terjadi atas kehidupan bangsa-Nya ini.

          Dalam kerendahan hati Yesus menjalani panggilan-Nya. Dalam kerendahan hati, kita juga dipanggil menjalani panggilan hidup kita masing-masing. Kerendahan hati menjadi tunggangan keteguhan iman kita. Karena sebagai umat beriman kita percaya bahwa perjalanan memenuhi rencana Allah adalah perjalanan keselamatan bagi kita dan sesama. Mantapkanlah iman kita bersama dengan Yesus. Selamat memasuki minggu Palmarum.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x