HIDUP MENURUT FIRMAN ALLAH

HIDUP MENURUT FIRMAN ALLAH

Ulangan 30 : 15 – 20

          Siapakah yang kita turuti dalam hidup kita ?.  Orang tua menghendaki anak-anaknya hidup menuruti nasehatnya.  Guru menginginkan murid-muridnya menuruti perintah yang ada di sekolah.  Pimpinan instansi mengharuskan para bawahannya untuk menuruti peraturan yang berlaku di instansi tersebut.  Pengurus RT menghendaki warganya hidup menuruti aturan masyarakat yang ada di lingkungannya.  Jadi setiap orang perlu hidup menuruti ketentuan yang disepakati dan ditetapkan bersama.

          Bacaan renungan minggu ini menceritakan pidato ketiga nabi Musa kepada Bangsa Israel sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian (Kanaan) yang berlimpah susu dan madu. Pidato tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa Israel harus memelihara perjanjianNYA dengan Tuhan  (29:2-30:20).  Bangsa Isarel perlu diingatkan kembali pentingnya mempertahankan hubungannya dengan Tuhan karena mareka akan memasuki negeri yang dijanjikan Tuhan yang berlimpah dengan kekayaan tetapi juga di sekitarnya hidup berbagai suku bangsa yang menyembah allah lain. Keadaaan tersebut bukan tidak mungkin akan mempengaruhi bangsa Israel untuk meninggalkan Tuhan dan mengikuti allah bangsa lain.

          Ada tiga hal yang menjadi inti  pesan Musa . Pertama  mengasihi Tuhan Allah (bnd. Matius 22:37-39). Kedua,  Hidup menurut jalan yang diperintahkan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya. Ketiga, tidak menyembah allah lain dan beribadah kepadanya. Musa menghendaki agar Bangsa Israel menentukan pilihannya “hari ini”.  Bukan hanya waktu yang ditetapkan tetapi juga resiko pilihan yakni “kehidupan atau “kematian” (ayat 15-16).

          Pidato Musa tetap relevan untuk umat Tuhan yang hidup pada masa kini dan yang akan datang. Pilihan untuk hidup menuruti Tuhan atau allah lain juga berlaku saat ini.  Allah lain pada masa kini dapat berwujud harta benda, kekayaan, jabatan, kesenangan  atau hal-hal lain yang membuat manusia berpaling dari Tuhan dan menghamba pada allah lain tersebut.  Resiko atas pilihan juga tetap berlaku bagi manusia yakni kehidupan atau kematian.   Marilah kita memilih untuk hidup menurut Firman Tuhan agar membawa pada kehidupan dan keberuntungan.

Pilihan hari ini menentukan hari esok

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x