Hidup Memuliakan Tuhan

Hidup Memuliakan Tuhan

Matius 15 : 1 – 20

Bacaan kita pada hari ini memperlihatkan bagaimana orang-orang Farisi menegur Yesus karena murid-murid-Nya makan tanpa membasuh tangan terlebih dahulu, seperti adat istiadat Yahudi yang berlaku pada saat itu. Namun dalam hal ini kita melihat bagaimana Yesus merespons hal tersebut. Ia menjawab dengan tegas dan menunjukkan bahwa perintah Allah lebih utama daripada adat istiadat yang berlaku di masyarakat.

Yesus mengutip kata-kata nabi Yesaya yang menegur umat Tuhan yang beribadah hanya di permukaannya saja. Ritual dan segala peraturan adat istiadat mereka jalankan dengan tekun, namun kehendak Tuhan tidak mereka lakukan. “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”  (ayat 8-9).

Ia seakan-akan menekankan bahwa orang-orang Farisi tersebut tahu tentang kebenaran secara detil, memiliki ilmu teologia sangat tinggi, bahkan cakap mengajar orang lain, namun tragisnya mereka sendiri tidak hidup dalam kebenaran. Jika mereka sendiri tidak hidup dalam kebenaran bagaimana mungkin membawa orang lain kepada kebenaran?  Bagaimana mungkin menjadi berkat atau kesaksian bagi orang lain?

Oleh karena itu sebagai orang percaya kita memiliki tanggung jawab untuk memuliakan Tuhan melalui hidup kita. Tidak hanya melalui kata-kata belaka, namun juga melalui perbuatan dan tingkah laku hidup keseharian kita.

Share

Recommended Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x