HIDUP DALAM KASIH KARUNIA ALLAH

HIDUP DALAM KASIH KARUNIA ALLAH

Renungan Minggu, 11 September 2016

 Bacaan : 1 Timotius 1 : 12 – 17

Manusia hidup tidak terlepas dari dosa. Tidak ada yang dapat menyangkal kenyataan ini: selama manusia masih hidup di dunia dengan segala permasalahannya, tentu tidak lepas dari berbagai kesalahan atau dosa yang dilakukannya. Dalam kaitannya dengan hal itu, kita dapat mengelompokkan manusia dalam dua kelompok besar: pertama, yang melakukan dosa/kesalahan secara sadar dan kedua, yang melakukannya secara tidak sadar. Kelompok pertama sebenarnya telah mengetahui bahwa hal yang dilakukannya salah/melanggar perintah Tuhan, sebaliknya kelompok kedua sebenarnya tidak tahu bahwa yang dilakukannya itu salah.

Rasul Paulus termasuk kelompok manusia yang kedua. Dia mengejar-ngejar, menganiaya, bahkan membunuhi murid-murid Yesus karena tidak tahu bahwa hal itu salah, bahkan justru dia merasa telah membantu Mahkamah Agama dan Imam Besar Yahudi ketika itu yang menentang keras dan melarang para murid mengajar dalam nama Yesus (lihat Kis 5:27-28). Paulus mengakui bahwa dia dulunya adalah seorang yang jahat namun dia melakukan semua kejahatannya itu tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman (ayat 13). Dia menyadari bahwa dia lemah dan berdosa dan karenanya butuh belas kasihan Yesus untuk diselamatkan (ayat 15). Dan setelah bertobat, Paulus menjadi contoh kehidupan bagi orang-orang yang telah bertobat (ayat 16) bahkan dia kemudian bertumbuh menjadi salah satu murid Yesus yang militan dan keras menyebarkan ajaran-ajaran Yesus.

Perhatikan tahapan iman yang dilalui Paulus: mula-mula dia mengakui bahwa dia adalah manusia yang penuh salah dan berdosa, lalu sadar bahwa dia membutuhkan pengampunan dan kasih karunia Yesus agar mampu keluar dari dosa itu, kemudian dia bertobat dan menjalani kehidupan yang benar bahkan menjadi contoh bagi orang lain.
Kita yang hidup saat ini sebenarnya memiliki keuntungan dibandingkan situasi yang dialami Paulus dahulu karena kita sudah tahu mana yang baik dan mana yang jahat di mata Tuhan karena semuanya itu sudah tertulis dalam Alkitab. Marilah kita belajar dari tahapan iman Paulus itu dan mengalami hidup yang berkemenangan di dalamNya. Tuhan memberkati

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x