DIPERSATUKAN DALAM IMAN DAN KASIH

DIPERSATUKAN DALAM IMAN DAN KASIH

Yohanes 15 : 9 – 17

Joseph Scriven (1820-1886), penulis kidung pujian terkenal berjudul What A Friend We Have in Jesus (Persahabatan Seperti Apa yang Kita Miliki Dalam Yesus), tahu benar bagaimana rasanya dukacita dan kesepian. Calon istrinya meninggal karena tenggelam tepat pada sore hari sebelum pernikahan mereka berlangsung. Lalu tunangannya yang berikut juga meninggal, dan lagi-lagi harapannya untuk menikah sirna. Namun persahabatannya dengan Kristus telah menolongnya. Siapa pun dapat memiliki persahabatan dengan Yesus. John adalah seorang bekas pecandu yang bertemu Yesus pada titik terendah dalam hidupnya. Saat itu ia merasa Tuhan bertanya kepadanya, “Apakah kau ingin seorang sahabat yang menyertaimu selamanya?” John pun meratapi keadaannya, dan sambil terisak ia menjawab, “Ya,” maka Kristus hadir dalam hidupnya. Dan di saat John menjalani transplantasi (pencangkokan) hati, orang-orang yang sinis mungkin akan berkata, “Tampaknya Yesus telah meninggalkan sahabatnya, lihat saja kondisimu sekarang.” Tetapi John menjawab, “Tetapi saya tidak merasa demikian.” Lalu ia menambahkan, “Bahkan, jika saya harus meninggal sekalipun saya percaya, Yesus tetaplah sahabat saya.” (diambil dari Sabda.org)

Apakah yang menyatukan John Scriven dan Tuhan Yesus ? Iman dan kasih
Sungguh menarik sekali dalam Yohanes 15: 9-17 tinggallah di dalam kasih-Ku disebutkan 3 kali menunjukkan adanya hubungan yang begitu kuat antara Allah Bapa, Tuhan Yesus dan diri kita. Namun kata kasih itu tidak berdiri sendiri, tetapi melekat pada Iman seseorang, “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan” Iman dan ketaatan pada Tuhan Yesus melekatkan kita pada perintah “Kasihilah seorang akan yang lain”.
Tuhan memberkati.

Share

Recommended Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x