Digembalakan untuk Memulihkan dan Mendamaikan

Digembalakan untuk Memulihkan dan Mendamaikan

Digembalakan untuk Memulihkan dan Mendamaikan

Bacaan: Yohanes 10 : 1 – 10

Saya pernah memelihara seekor anjing di rumah. Saya merawatnya dengan baik, memberikan makan pada waktunya, memandikannya, mengajarkan untuk berlari-lari di jalan, mengajar untuk tidak boleh masuk rumah, cukup sampai di pintu saja, dll. Singkat cerita, anjing itu mengenal saya dengan baik. Kalau saya pulang malam, saya batuk saja dia biasa kenal dan langsung melolong dan mendatangi saya, menyapa saya dengan gerakan bersahabat. Ia benar-benar membuat saya sebagai tuannya. Ia merasa nyaman bila berada di dekat saya. Demikian kisah seorang pemilik anjing.

Yesus selalu diumpamakan dengan Gembala dan kita para pengikut-Nya sebagai domba-domba gembalaan-Nya. Dia menjadi penjaga dan menjadi pintu agar kita bisa masuk ke dalam ”kandang domba”. Karena Ia begitu dekat dengan domba-domba, maka selalu dilukiskan. Ia mengenal suara domba-domba-Nya dan domba-domba mengenal suara-Nya. Ia berjalan di depan dan domba-domba-Nya mengikuti-Nya dari belakang. Lukisan seperti ini menggarisbawahi hakikat kehadiran Yesus dalam hidup para pengikut-Nya. Setiap waktu kita selalu berusaha mendengarkan suara-Nya dalam doa dan melalui Firman-Nya. Kita berusaha menemukan pintu itu yang tidak lain adalah diri-Nya dan masuk ke hadirat Tuhan melalui-Nya. Kita dapat membaui diri-Nya dan segala rancangan-Nya sejauh doa dan menekuni Firman-Nya. Semakin kita membangun kedekatan dengan Tuhan, semakin kita merasa nyaman, semakin kita dipulihkan, terlindungi dan merasa damai.

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x