BERSAKSI DENGAN TIDAK MEMANDANG MUKA

BERSAKSI DENGAN TIDAK MEMANDANG MUKA

Yakobus 2:1-17

“Ga mungkinlah bisa menang, timnya kan banyak bocil (bocah cilik) sedangkan lawannya udah gede-gede”. Itulah ujaran yang disampaikan secara lisan atau lewat ungkapan lainnya pada tim Mobile Legends GKJ Eben Haezer. Kenyataannya Tim GKJ Eben Haezer mampu menang, bahkan meraih juara 1. Penilaian secara fisik terhadap seseorang seperti contoh di atas, seringkali dipakai banyak orang untuk meragukan atau meremehkan kapasitas seseorang, akibatnya bisa saja mereka direndahkan, dijauhi atau tidak dilibatkan.
Dalam relasi kita dengan orang lain bahkan dalam pelayanan, kadang tanpa sadar kita sudah memberikan label merendahkan kepada seseorang yang dibandingkan dirinya atau kelas tertentu yang dianggap lebih baik. Tuhan sedang mengajarkan penghormatan terhadap setiap pribadi dalam keunikannya. Saudara-saudara kita yang disabilitas, anak-anak, perempuan, orang-orang miskin seringkali rentan dalam mendapat perlakuan yang berbeda dari beberapa orang.

Dalam perikop bacaan kali ini kita diingatkan kembali bahwa iman yang dihidupi oleh pengikut Kristus bukanlah iman yang memandang muka. Memandang muka berarti memberikan perhatian khusus terhadap orang tertentu karena kekayaan, busana atau kedudukan mereka. Tuhan memilih orang-orang yang miskin (Yakobus 2;5) dan orang-orang yang sudah dianggap paling berdosa karena Tuhan melihat hati. Hati yang mau berubah dan rendah hati inilah yang menimbulkan cinta Tuhan untuk dipakai sebagai pelayan yang luar biasa.

Tunjukkan perbuatan kasih kepada semua orang sebagai wujud dari iman seperti yang Tuhan Yesus telah teladankan. Iman bukanlah status kebanggaan untuk bermegah namun diwujudkan dalam respon untuk mengasihi dan membangun. Anak-anak walaupun masih kecil namun mereka punya potensi luar biasa jika mendapatkan perhatian yang luar biasa dari orang dewasa sekelilingnya.

Mari memandang orang bukan dengan muka namun dengan hati. Memandang setiap orang seperti Tuhan yang telah memandang kita sebagai manusia yang dikasihinya, walau kita adalah manusia yang penuh dosa dan tidak layak, namun dilayakkanNya dengan penuh kasih

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *