BERSAKSI BAHWA TUHAN PENOPANGKU

BERSAKSI BAHWA TUHAN PENOPANGKU

Mazmur 54

“Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga” merupakan peribahasa yang menggambarkan bahwa suatu kejahatan atau kesalahan walaupun disimpan atau disembunyikan akhirnya terungkap juga. Persoalannya sampai berapa lamakah terungkap? jika tidak ada seorangpun mau mengungkapkan atau bersaksi. Menyatakan kebenaran bukanlah perkara mudah, karena dipastikan ada orang yang merasa terganggu bahkan terancam dengan pernyataan kebenaran tersebut. Dengan segala upaya orang yang merasa terancam akan menekan atau justru mengancam orang yang bersaksi.

Kisah Daud dalam perikop ini menggambarkan ketakutan Daud. Ia sedemikian ketakutan karena merasa banyak orang mengejar dia dan ingin membunuhnya, bahkan mereka tidak peduli pada Allah. Daud menyerahkan sepenuhnya akan seluruh ketakutannya pada Tuhan. Dengan penuh keyakinan Daud mengimani bahwa Allah akan melepaskannya dari segala ancaman dan ketakutan yang dialaminya.

Menjadi pengikut Kristus semestinya kita menyadari akan panggilan kita untuk bersaksi. Bersaksi untuk menjadi teladan hidup tentang kebenaran. Bersaksi untuk menyatakan hal yang salah. Namun hal ini tidaklah mudah karena akan berbenturan dengan orang-orang yang mengeraskan hati untuk hidup dalam dosa. Seringkali lebih banyak orang yang menghidupi kesalahan dibandingkan dengan hidup dalam kebenaran. Lihatlah sekitar betapa sering kita menemukan praktik-praktik negatif ini: kecurangan dalam ujian, menyelewengkan laporan keuangan, aksi sogok, dsb, apalagi berhadapan dengan pilihan-pilihan hidup duniawi yang hedonisme, narkoba atau lainnya. Seorang saksi Tuhan akan berhadapan dengan banyak musuh. Namun kita perlu belajar dari Daud untuk tetap mengandalkan Tuhan.

Tuhan akan menyatakan kebenaran dengan caraNya. Jika Tuhan memakai kita untuk dipakai Tuhan maka hal itu adalah kesempatan yang sedang Tuhan berikan pada kita. Jika kita menghindar dari panggilan tersebut, maka Tuhan akan memakai orang lain untuk menyatakan kebenaranNya. Jadi siapkah kita menjadi saksi Tuhan? Jika kita siap maka Tuhan pasti akan melengkapi kita. Mulailah hidup sesuai kebenaran Tuhan, walaupun harus dijauhi banyak orang atau tidak mendapat banyak ‘like’.
Menjadi saksi Tuhan bukan hanya tentang keberanian dan tindakan nekad untuk menyatakan kebenaran, namun tentang mendengar panggilanNya, kesetiaan padaNya dan mengandalkanNya.

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *