Berjaga Hingga Kesudahan

Berjaga Hingga Kesudahan

        Tentu kita masih ingat seruan Bang Napi dalam sebuah tayangan televisi “waspadalah….waspadalah!”, tayangan itu hendak mengingatkan pemirsa untuk siap siaga menghadapi segala bentuk kejahatan karena kejahatan dapat muncul kapan saja ketika ada kesempatan.

          Dengan tidak bermaksud menyamakan Bang Napi dengan Yesus, Yesuspun pernah mengingatkan setiap pengikut-Nya untuk waspada atau berjaga-jaga. Meskipun nuansanya mirip tetapi maksudnya sangat jauh berbeda.

          Yesus mengingatkan para pengikut-Nya untuk dengan bijak menilai zaman dan tidak terlena menjalani hidup. Sebuah tantangan yang amat sulit karena tidak ada orang yang suka menunggu, orang cenderung mencari kesibukan lain sehingga kebosanan menunggu itu teralihkan dengan hal lain.

          Ajaran Kristen mengajar untuk tidak menghitung-hitung kapan waktu kedatangan Yesus kembali, karena Yesus sendiri mengatakan sebelum kenaikan ke surga bahwa itu bukan urusan manusia tetapi Bapa sendiri. Di satu sisi, kita diajar untuk tidak mendahului kehendak Allah tetapi di sisi yang lain kita juga tidak boleh lupa bahwa hari itu bisa datang kapan saja. Pertanyaannya, apakah kita sebagai pengikut Kristus kedapatan menjalani kehidupan yang sungguh berkanan kepada-Nya ketika Ia datang atau tidak. Yesus mengumpamakan hal itu seperti Tuan yang pergi meninggalkan tanggung jawab kepada para hambanya, adakah Tuan itu menemui hambanya melakukan tugasnya meskipun kedatangan Tuan itu tidak pernah diketahui.
Minggu ini kita memasuki masa Adven yaitu masa penantian, kita diingatkan kembali bahwa kita memiliki pengharapan akan kedatangan Dia yang telah berjanji untuk kembali tetapi dalam penantian yang tak pasti kapan waktunya itu, perhatian kita tidak boleh teralih melainkan menjalankan sebentuk kehidupan siaga seperti seakan-akan Dia akan datang hari ini. Tindakan berjaga-jaga dan bersiaga itu nampak melalui ketaatan kita menjaga tanggung jawab keselamatan yang dipercayakan kepada kita. Jadi, apakah kita siap jika Ia, Sang Tuan yang pergi itu berkeputusan untuk datang kembali hari ini?

Share

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x