BERANI AKUI DAN TERIMA

BERANI AKUI DAN TERIMA

Mazmur 32 : 1-11

Daud menggambarkan akibat dosanya sangat mengerikan. Tulang-tulangnya menjadi lesu…..seperti memikul beban sangat berat, sumsumku menjadi kering (ayat 3,4). Dengan kata lain, tidak ada sukacita, tidak ada damai sejahtera dalam dirinya. “Banyak kesakitan diderita” (Ay 10). Rasul Paulus lebih tegas mengatakan bahwa akibat dosa adalah maut, kematian kekal, tidak ada harapan sama sekali (Roma 6:23). Tetapi Daud segera menyadari dosanya itu. Menyembunyikan dosa hanya akan membebani hidupnya. Dengan kesadarannya Daud kemudian datang kepada Tuhan dan mengakui kesalahan dan dosanya di hadapan Tuhan. “Aku akan mengakui kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku” (Ay.5) Kemurahan Tuhan yang tidak memperhitungkan dosa-dosanya mendatangkan kebahagiaan sejati. Segala beban beratnya diangkat oleh Tuhan dan Tuhan mengelilinginya dengan sukacita sejati. Maka hatinya bersorak sukacita (Ay1,2,7).

Daud mengajak semua keluarga Kristen untuk mengakui masih banyak dosa dan kesalahan kita lakukan. Mari mohon pengampunan Tuhan, dan tidak lagi mengeraskan hati seperti “kuda atau bagal yang tidak berakal” (Ay. 9). Semua itu akan mendatangkan sukacita dan sorak-sorai. Memang, seperti kata Paulus: “Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, tetapi oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Roma 3:23,24). Terpujilah Tuhan yang berkenan tidak memperhitungkan dan mengampuni dosa-dosa kita.

Berani akui dosa dan realitas pelanggaran kita di hadapan Tuhan akan mendatangkan sukacita dan bahagia. Berani akui dan menerima kelemahan dan keterbatasan di hadapan orang lain dan keluarga, memampukan kita menerima orang lain sebagai pribadi yang akan memperlengkapi hidup. Amin. (ds)

Share

Recommended Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *